SEBUAH perampokan berdarah hanya meninggalkan jejak sebutir selongsong peluru. Tanpa saksi yang masih hidup dan tanpa jejak. Bagaimana mengungkap peristiwa kriminal itu?
Periksalah bekas lelehan keringat yang tertinggal pada selongsong. Dia akan memberitahu siapa pelaku penembakan. Teknik inilah yang tengah dikembangkan ilmuwan Inggris. Caranya dengan mencetak pola sidik jari dari lapisan garam bekas keringat yang tertinggal pada logam. Melalui teknik ini, sebutir selongsong peluru pun bisa memberi petunjuk siapa pelaku kejahatan.
Garam bekas keringat akan meninggalkan korosi pada logam. Untuk mencetak sidik jari, perlu digunakan debu halus. Kemudian logam tersebut dialiri listrik tegangan tinggi. Ini menciptakan jejak korosi yang membentuk pola sidik jari.
Sejauh ini, lembaga penegak hukum di Inggris dan Amerika Serikat menggunakan metode baru itu untuk membuka kembali tiga kasus “X-Files”.
John Bond, ahli fisika yang menciptakan teknik ini mengatakan, identifikasi sidik jadi dari keringat memiliki tingkat akurasi tinggi sehingga bisa digunakan sebagai bukti di pengadilan.





